Sajian Indonesia – Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Indonesia adalah asal mula sate; salahsatu kuliner paling terkenal pada negara ini, terdapat poly variasi di seluruh Indonesia.

Nasi menggunakan lauk-pauknya. Makanan wargaIndonesia sehari-hari

Prasmanan, cara penyajian kuliner indonesia pada pesta

Masakan Indonesia merupakan salahsatu tradisi masakan yg paling kaya pada dunia, & penuh dengan cita rasa yg kuat.[1] Kekayaan jenis masakannya adalah cermin keberagaman budaya & tradisi Nusantara yang terdiri dari lebih kurang 6.000 pulau berpenghuni, dan menempati kiprah penting pada budaya nasional Indonesia secara generik. Hampir semua kuliner Indonesia kaya dengan bumbu berasal berdasarkan rempah-rempah misalnya kemiri, cabe, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren menggunakan diikuti penggunaan teknik-teknik mengolah dari bahan, dan tradisi-tata cara yg terdapat pula imbas melalui perdagangan yg asal misalnya berdasarkan India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa (terutama Belanda, Portugis, & Spanyol).

Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal “kuliner Indonesia”, tetapi lebih kepada, keanekaragaman kuliner daerah yg dipengaruhi secara lokal oleh kebudayaan Indonesia dan efek asing. Sebagai model, beras yg diolah sebagai nasi putih, ketupat atau lontong (beras yg dikukus menggunakan daun pisang atau plastik) menjadi makanan utama bagi mayoritas penduduk Indonesia, namun buat bagian timur lebih generik dikonsumsi sagu, jagung, singkong, & ubi jalar. Bentuk penyajian generik sebagian akbar makanan Indonesia terdiri atas kuliner utama dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur di sisi piring.

Masakan Sumatra, sebagai contoh, sering kali menampilkan pengaruh Timur Tengah, dan India, misalnya penggunaan bumbu kari pada hidangan daging, & sayurannya, sementara masakan Jawa berkembang menurut teknik memasak asli Nusantara. Unsur budaya masakan Cina bisa dilihat pada beberapa masakan Indonesia. Masakan misalnya bakmi, bakso, dan lumpia telah terserap dalam seni masakan Indonesia.

Beberapa jenis hidangan orisinil Indonesia jua kinibisa ditemukan pada beberapa negara di benua Asia. Masakan Indonesia yg terkenal misalnya sate, rendang, & sambal jua digemari pada Malaysia & Singapura. Bahan kuliner berbahan dasar berdasarkan kedelai misalnya variasi tahu & tempe, pula sangat populer. Tempe dianggap menjadi inovasi asli Jawa, adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya berdasarkan makanan fermentasi kedelai adalah oncom, mirip dengan tempe tetapi memakai jenis jamur yang berbeda, oncom sangat terkenal di Jawa Barat.

Makanan Indonesia umumnya dimakan menggunakan menggunakan kombinasi alat makan sendok dalam tangan kanan, dan garpu pada tangan kiri, meskipun demikian pada berbagai tempat (misalnya Jawa Barat dan Sumatra Barat) jua lazim didapati makan eksklusif dengan tangan telanjang.

Di restoran atau tempat tinggaltangga tertentu lazim memakai tangan buat makan, seperti restoran makanan kenikmatan laut, restoran tradisional Sunda & Padang, atau warung tenda pecel lele dan ayam goreng spesialJawa Timur. Tempat seperti ini umumnya juga menyajikan kobokan, semangkuk air kran dengan irisan jeruk nipis supaya menaruh aroma segar. Semangkuk air ini nir buat diminum; hanya dipakai buat mencuci tangan sebelum, & setelah makan menggunakan menggunakan tangan telanjang.

Menggunakan sumpit buat makan lazim ditemui pada restoran yg menyajikan kuliner Cina yg sudah teradaptasi kedalam kuliner Indonesia misalnya bakmi atau mi ayam dengan pangsit, mi goreng, & kwetiau goreng (mi pipih goreng, seperti sunting asal]

Sepanjang sejarahnya, Indonesia sudah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi, & asal daya alamnya.

Menurut sejarahnya dulu, jejak masakan Indonesia sudah didapati pada sejumlah prasasti abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Ketika itu, istilah makanan kenikmatan sudah dikenal, yakni kuliner yang herbi dapur, dibuat menggunakan sentuhan seni & memberikan kenikmatan. Hal itu poly didapati pada prasasti Jawa & Sumatra. Namun semakin ke timur Indonesia, tak banyak catatan, dan bahannya makin sejenis, yakni sagu. Teknik memasak, & bahan kuliner asli Indonesia berkembang, & kemudian ditentukan oleh seni masakan India, Timur Tengah, Cina, dan akhirnya Eropa.[2] Di masa abad pertengahan, kuliner jua adalah komoditas dagangan yang memang lakubuat dijual. Misalnya, output-output pengolahan garam pada pantai utara Jawa Timur dibawa berdagang ke Sulawesi dan Maluku, & diperdagangkan secara pribadi melalui Banten ke Sumatra. Para pedagang Spanyol & Portugis membawa berbagai bahan makanan menurut benua Amerika jauh sebelum Belanda berhasil menguasai Indonesia. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai “Kepulauan Rempah-rempah”, juga menyumbangkan tumbuhan rempah orisinil Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni masakan tempat bagian timur Indonesia mirip menggunakan seni mengolah Polinesia dan Melanesia.

Catatan Ma Huan berdasarkan China pada abad ke-15 jua menyebut bahwa pada Jawa itulah, masih ada berbagai bahan langka spesialtropis yg kaya dengan banyak sekali “segala macam labu dan sayuran”. Di era-era awal kedatangan Belanda di Nusantara, saat cabai baru diperkenalkan berdasarkan Amerika, diketahui cabai dapat bertumbuh pada bagian-bagian Jawa & segera Gubernur Banten mempergunakannya sebagai pengganti lada. Di kala madu belum lagi dipercaya penting di Eropa, madu terutama dipercaya menjadi obat pada sini, dan dikumpulkan berdasarkan hutan pedalaman. Orang-orang Belanda mendapati madu menggunakan murah dan berlimpah menurut pasokan daerah-daerah yang jauh, misalnya Palembang & Timor. Tambahan lagi, gula merah didapat menurut Jepara & sepanjang pantai timur Jawa.Nasi[sunting sumber]

Menggunakan Kerbau buat membajak sawah pada Jawa; Nasi adalah makanan pokok wargaIndonesia; Indonesia merupakan negara produsen beras terbesar ketiga di global. Pertanian padi poly membarui bentang alam Indonesia.

Nasi merupakan bahan kuliner utama bagi semua lapisan wargaIndonesia terbaru,[7] —sebagaimana ia memang dasarnya lebih banyak didominasi pada sejarah pangan Asia Tenggara— dan pertanian padi menempati posisi primer dalam kebudayaan Indonesia, membentuk bentang alam; dijual pada pasar, merupakan bahan dasar banyak jenis kuliner dari yang gurih sampai cantik. Pada umumnya beras dimakan pada bentuk nasi biasa yg bercita-rasa tawar menggunakan sedikit sayur-mayur, & lauk-pauk sahabat nasi disisinya sebagai sumber protein & sumber gizi lainnya. Beras juga dapat dijadikan ketupat (beras dikukus pada anyaman daun kelapa), lontong (beras dikukus dalam kemasan daun pisang), intip (kerupuk beras), jajanan, bihun, mi, arak beras, dan nasi goreng.[9]

Padi termasuk dalam pola makan sehari-hari, akan tetapi seiring berkembangnya teknologi, maka dimungkinkan buat memperjualbelikan padi, & beras berdasarkan loka lain. Bukti temuan padi liar ditemukan di pulau Sulawesi asal berdasarkan sekitar tahun 3000 SM. Meskipin demikian, bukti awal menurut pertanian beras didapati dari prasasti abad kedelapan di Jawa yeng menyebutkan raja menerapkan pajak dalam bentuk padi. Pembagian kerja antara pria, perempuan, & hewan ternak permanen lestari dalam pertanian padi di Indonesia, seperti ditemui pada ukiran relief candi Prambanan, Jawa Tengah yang berasal menurut abad kesembilan: Bajak sawah diikatkan dalam kerbau; perempuanmenanam benih, & menumbuk padi, serta pria mengangkut padi output panen menggunakan pikulan pada pundaknya. Pada abad keenambelas, bangsa Eropa yang mengunjungi kepulauan Indonesia memandang nasi menjadi kuliner bergengsi yang tersaji oleh kaum aristokrat dan ningrat saat upacara, dan perayaan pesta.[7]

Pertanian padi memerlukan sinar surya yg relatif. Penanaman padi di Indonesia terkait dengan perkembangan perkakas pertanian dari logam dan pemeliharaan ternak kerbau buat membajak sawah, & kotorannya dipakai untuk pupuk. Aslinya bentang alam Indonesia diselimuti oleh hutan hujan tropis, tetapi secara perlahan mulai digantikan dengan sawah, dan permukiman buat berbagi pertanian padi yg sudah berkembang selama 1500 tahun.[7]

Bahan kuliner utama lainnya adalah jagung (pada kawasan kemarau misalnya Madura & Nusa Tenggara), sagu (pada tempat Indonesia Timur), singkong (dikeringkan, dan dianggap tiwul sebagai cara lainkuliner utama di kawasan gersang Jawa misalnya Gunung Kidul & Wonogiri), ketela dan umbi-umbian (khususnya dalam trend paceklik).Bumbu[sunting sumber]

Sambal ulek, pelengkap yg lazim ditemukan di Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *